Selasa, 29 November 2016

Vokal & Konsonan ( pengertian dan klasifikasinya )

Klasifikasi Vokal

Vokal Kardinal : bunyi vokal yang mempunyai kualitas bunyi tertentu, keadaan lidah tertentu, dan bentuk bibir tertentu, yang telah dipilih sedemikian rupa untuk dibentuk dalam suatu rangka gambar bunyi. Rangka gambar itu dapat dipakai sebagai acuan perbandingan dalam diskripsi vokal semestaan bahasa di dunia( Daniel Jones, 1958 : 18). Vokal kardinal itu dalam abjad fonetik internasional diberi lambang [I,e,e’,a,a’,o,o’,u] dan diberi nomor urut 1-8. Parameter penentuan vokal kardinal itu ditentukan oleh keadaan posisi tinggi rendahnya lidah, bagian lidah yang bergerak, struktur dan bentuk bibir. Keadaan lidah dalam mengucapkan vokal kardinal [I,a’,a,u] telah ditentukan dengan menggunakan pemotretan sinar X, sehingga dapat diketahui titik tertinggi letak ketinggian lidah yang melengkung.

Adapun cara pengucapanya adalah sebagai berikut :
Vokal [i] : diucapkan dengan meninggikan lidah depan setinggi mungkin.
Vokal [a] : diucapkan dengan merendahkan lidah depan serendah mungkin.
Vokal [a’] : diucapkan dengan merendahkan pangkal lidahserendah mungkin.
Vokal [u] : diucapkan dengan menaikan pangkal lidah setinggi mungkin.
Vokal [e] dan [e’] : diucapkan dengan lidah depan terletak diantara [i] dan [a].
Vokal [o] dan [o’] : diucapkan dengan posisi pangkal lidah diantara [u] dan [o].Kedelapan vokal kardinal itu dapat dilihat dalam bagan yang berbentuk trapesium.

Vokal dapat diklasifikasikan berdasarkan tinggi rendahnya lidah, bagian lidah yang bergerak, struktur, dan bentuk bibir.
Keterangan :
1. Tinggi rendahnya lidah Berdasarkan tinggi rendahnya lidah, vokal dapat dibedakan menjadi:
• Vokal tinggi, misalnya : [I,u]
• Vokal madya, misalnya : [e,e’,o,o’]
• Vokal rendah, misalnya : [a,a’]

2. Bagian lidah yang bergerakBerdasarkan bagian lidah yang bergerak vokal dapat dibedakan menjadi :
• Vokal depan : vokal yang dihasilkan oleh gerakan peranan turun naiknya lidah bagian depan misalnya [I,e,e’,a]
• Vokal tengah : vokal yang dihasilkan oleh gerakan peranan lidah bagian tengah.
• Vokal belakang : vokal yang dihasilkan oleh gerakan peranan turun naiknya lidah bagian belakang misalnya [u,o,o’,a]

3. Struktur Adalah keadaan hubungan posisional artikulator aktif dengan artikulator pasif. Karena vokal tidak ada artikulasi, maka struktur untuk vokal ditentukan oleh jarak lidah dengan langit-langit. Menurut strukturnya vokal dapat dibedakan atas :
• Vokal tertutup (close vowels) : vokal yang dibentuk dengan lidah diangkat setinggi mungkin mendekati langit-langit dalam batas vokal.
• Vokal semi tertutup (half close) : vokal yang dibentuk dengan lidah diangkat dengan ketinggian sepertiga dibawah tertutup atau dua pertiga diatas vocal yang paling rendah.
• Vokal semi terbuka (half open) : vokal yang dibentuk denganlidah diangkat dalam ketinggian sepertiga diatas vokal yang paling rendah atau dua pertiga dibawah vokal tertutup
• Vokal terbuka (open vowels) : vokal yang dibentuk dengan lidah dalam posisi serendah mungkin.
4. Bentuk bibirBerdasarkan bentuk bibir waktu vokal diucapkan, maka vokal dibedakan atas :
• Vokal bulat (rounded vowels) : vokal yang diucapkan denganbentuk bibir bulat, bisa terbuka atau tertutup. Misalnya vocal [o,u]
• Vokal netral (neutral vowels) : vokal yang diucapkan denganbentuk bibir dalam posisi netral tidak bulat, tetapi juga tidakterbentang lebar. Misalnya vokal [a’]
• Vokal tak bulat (unrounded vowels) : vokal yang diucapkan dengan bentuk bibir tidak bulat atau terbentang lebar. Misalnya vokal [I,e,a,e’]

DIFTONG

Ciri diftong adalah waktu diucapkan posisi lidah yang satu dengan yang lain saling berbeda.

1. Diftong naik bahasa InggrisBahasa Inggris mempunyai lima jenis diftong naik (cf. Jones,1958:52-62;Ramelan, 1982:78-85), yaitu:
a). Diftong naik-menutup-maju [ai], contohnya: time [taim], like [laik], rice [rais].
b). Diftong naik-menutup-munutup [eI], contohnya: day [del], late [leIt], base [beIs].
c). Diftong naik-menutup-mundur [aU], contohnya: boy [boi], coy [koi].
d). Diftong naik-manutup-mundur [aU], contohnya: how [haU], now [naU], sow [saU].

2. Diftong turun bahasa inggris
Ada dua jenis diftong turun yaitu diftong turun-membuka-memusat [i ], contohnya ear [i ]: dan diftong turun-membuka-memusat [u ], contohnya: poor [phu ].

3.Diftong Memusat (Centering Diptongs)

Klasifikasi Konsonan

1.Konsonan Hambat letup ( Stops,Plosives)
Konsonan hambat letup adalah konsonan yang terjadi dengan penuh arus udara kemudian hambatan itu dilepaskan secara tiba-tiba.Menurut tempat hambatannya (artikurkalasinya)konsonan ini dibagi menjadi:

i)Konsonan Hambat letup bilabial (bibir)Konsonan Hambat letup bilabial terjadi bila penghamba arikulator aktifnya adalah bibir bawah dan articulator pasifnya adalah bibir atas,seperi bunyi [p , b].

ii)Konsonan Hambat letup apiko-dentalKonsonan hambat letup apiko dental terjadi pabila penghambat artikulatornya pasifnya ialah gigi atas.bunyi yang dihasilkan ialah [t, d].

iii)Konsonan Hambat letup apiko-alveolarKonsonan Hambat letup apiko-alveolar terjadi apabila penghambat arikulator aktifnya adalah ujun lidah dan articulator pasifnya adalah Gusi.Bunyi yang terjadi adalah [t,d].Contoh ;Bahasa inggris : town, writing,heartiv)

iv)Konsonan Hambat letup apiko palatal terjadi bila arikulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah lengit-langit keras.Bunyi yang terjadi ialah [ţ ,d].

v) Konsonan Hambat letup medio-palatalKonsonan Hambat letup medio-palatal terjadi bila articulator aktifnya adalah tengah lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit keras.Bunyi yang di hasilkan adalh [c, j].

vi) Konsonan Hambat letup dorso –velarKonsonan Hambat letup dorso –velar terjadi apabila articulator pasifnya lanit-langit lunak.Bunyi yang dihasilkan [k, g]

vii) Konsonan Hamzah (Glotal plosive,lotal stop)Konsonan Hamzah terjadi dengan menekan rapat yang satu terhadap yang lain pada seluruh panjannya pita suara , langit –langit lunak beserta anak tekaknya dikeataskan, sehingga arus udara terhambat untuk beberapa saat. Dengan merapatnya sepasang pita suara maka glottis dalam keadaan tertutup rapa.Secara tiba-tiba kedua selaput pita suara itu dipisahkan,terjadilah letupan udara keluar ,dan terdengar .

2. Konsonan Nasal (Nasals)

Konsonan nasal (senau) ialah konsonan yan dibentuk denganmenghambat rapat (menutup) jalan udara dari paru-paru melaui rongga hidun,jadi strukurnya rapat.Bersama dengan itu langi-langit lunak besera anak tekaknya diturunkan , sehingga udara keluar melalui ronga hidung.Menurut tempat hambatannya (artikulasinya ) konsonan ini dibedakan menjadi :

i)Konsonan nasal bilabialKonsonan nasal bilabial terjadi bila penghambat articulator aktifnya ialah bibir bawah dan articulator pasifnya ialah bibir atas.Nasal yang terjadi adalah [m]. Contoh :Bahasa Jawa : mateng ‘masak’ sami ‘sama’ ulam ‘ikan’

ii)Konsonan Nasal apiko-alveolarKonsonan Nasal apiko-alveolar terjadi bila penghambat articulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah gusi.Nasal yang terjadi ialah [n].

iii)Konsonan Nasal medio-palatalKonsonan Nasal medio-palatal terjadi bila penghambat articulator aktifnya adalah tengah lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit keras.Nasal yang terjadi ialah[ň].Contoh : nyata ‘nyata’ lunyu ‘licin’iv)

iv) Konsonan Nasal dorso –velar
Konsonan Nasal dorso –velar terjadi bila penghambat articulator aktifnya adalah pangkah lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit lunak.Nasal yang terjadi ialah[ŋ].

3. Konsonan Paduan (Affricates)

Konsonan Paduan adalah konsonan hambat jenis khusus.Proses terjadinya dengan menghambat penuh arus udara dari paru-paru, kemudian hambatan itu dilepaskan secara bergeser pelan-pelan.Jadi strukturnya rapat kemudian dilepaskan secara perlahan.Tempat artikulasinya ialah ujung lidah dan bagian belakang (langit-langit keras bagian depan atau prepatal). Bunyi yang erjadi adalah paduan apiko – prepatal [t∫, dζ ]ContohBahasa inggris : awal tengah akhir Chin ridges ridge.

4. Konsonan Sampingan (Laterals)
Konsonan sampingan dibentuk dengan menutup arus udara di tengah ronga mulut sehingga udara keluar dari melalui kedua samping atau sebuah samping saja.Jadi surkurnya rengang lebar.Tempat artikulasinya ujung lidah dengan gusi.Bunyi yang dihasilkan disebut sampingan apiko-alveolar.bunyi itu ialah [ l ].

5. Konsonan Geseran atau Frikatif (Fricative,Frictions)
Konsonan eseran atau frikatif ialah konsonan yang dibentuk dengan menyempitkan jalanya arus udara yang dihembuskan dari paru-paru,sehingga jalanya udara terhalang dan keluar dengan bergeser.Jadi strukturnya idakrapat seperti pada konsonan letup tetapi renggang. Menurut tempat hambatannya (artikulasinya ) konsonan ini dibedakan menjadi :

a)Konsonan geseran labio-dental terjadi apabila articulator aktifnya adalah bibir bawah dan articulator pasifnya adalahgigi atas.Bunyi yang di hasilkan adalah [f, v]

b)Konsonan geseran apiko-dental
Konsonan geseran apiko-dental terjadi apabila articulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah gigi atas.Bunyi yang di hasilkan adalah [Ө,ð].Contoh:Bahasa inggris: thank nothing bothiv).

c)Konsonan geseran apiko-palatal terjadi apabila articulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit keras.Bunyi yang di hasilkan adalah [ŗ].Contoh:Bahasa inggris: Run very arroundv) .

d)Konsonan geseran lamino-alveolar
Konsonan geseran lamino-alveolar terjadi apabila articulator aktifnya adalah daun lidah ujung lidah sedangkan articulator pasifnya adalah gusi.Bunyi yang di hasilkan adalah [s,z].

e).Konsonan geseran apiko prepalatal
Konsonan geseran apiko prepalatal terjadi apabila articulator aktifnya adalah ujung lidah dan articulator pasifnya adalah gusi.Bunyi yang di hasilkan adalah [∫, ].Contoh:Bahasa Inggris: Shop Nation washvii).

f).Konsonan geseran dorso-velar
Konsonan geseran dorso-velar terjadi apabila articulator aktifnya adalah pangkal lidah dan articulator pasifnya adalah langit-langit lunak.Bunyi yang di hasilkan adalah [X].

g)Konsonan geseran laringal
Konsonan geseran laringal terjadi apabila articulatornya adalah sepasang pita suara.Udara yang melalui paru-paru pada waktu melewati glottis digeserkan. Glotis yang terbuka kemudian menghasilkan bunyi [h].

6. Konsonan Getar (Trills,Vibrants)

Konsonan getar atau geletar ialah konsonan yang dibentuk dengan menghambat jalannya arus udara yang dihembuskan dari dari paru-paru secara-berulang-ulang dan cepat.Jadi strukturnya rapat renggang. Menurut tempathambatannya (artikulasinya ) konsonan ini dibedakan menjadi :

i) Konsonan getar apiko alveolarKonsonan getar apiko alveolar terjadi bila artikulator aktif yang menyebabkan proses menggetar itu ialah ujung lidah dan artikulator pasifnya adalah gusi.Bunyi yang dihasilkan adalah [r],

ii) Konsonan getar uvularKonsonan getar uvular terjadi adalah artikulatornya aktif yang menyebabkan bergetarnya udara itu ialah pangkal lidah (lidah belakang) dan artikulator pasifnya ialah anak tekak.Bunyi yang dihasilkan ialah [ R ]

7. Konsonan Sentuhan (tap)
Konsonan sentuhan ialah konsonan yang pembentukannya hampir sama dengan getar tetapi proses bergetar itu hanya terjadi satu kali.Jadi strukturnya rapat renggang pendek sekali.Tempat artikulasinya ialah ujun lidah dan gusi belakang atau langit-langit.Bunyi yang dihasilkan disebut sentuhan (tap) apiko-alveolar,dilambangkan dengan [ﻠ]

8. Konsonan Semi vocal
Menurut tempat hambatannya (artikulasinya ) konsonan ini dibedakan menjadi :

i) Semi vocal bilabial dan labio-dentalSemi vocal bilabial terjadi bila articulator aktifnya adalah bibir bawah dan articulator pasifnya adalah bibir atas,bunyi yang terjadi ialah [w]bilabial.Dapat jua bibir bawah bekerja sama dengan gigi atas,yan terjadi adalah [w] .

ii) Semi vocal medio-palatalSemi vokal medio-palatal terjadi bila articulator aktifnya ialah tengah lidah dan articulator pasifnya adalah lanit-langit keras.Bunyi yan terjadi adalah [y].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar